Keuangan

 

Keuangan Daerah

Salah satu indikator meningkatnya kegiatan pembangunan daerah dapat diamati dari realisasi pengeluaran pemerintah daerah, yang terdiri dari pengeluran rutin dan pengeluaran pembangunan. Sedangkan penerimaan pemerintah daerah merupakan faktor utama untuk membiayai pembangunan. Penerimaan daerah bersumber dari pajak daerah dan bantuan pemerintah pusat. Dengan terbatasnya penerimaan daerah maka bantuan pusat berupa subsidi masih cukup dominan dalam APBD Seram Bagian Barat.

 

Realisasi penerimaan Pemerintah Daerah Seram Bagian Barat selama tahun 2010 tercatat mencapai 348 milyar rupiah. Jika dibandingkan dengan tahun 2009, naik sebesar 52 persen. Sementara pengeluaran pemerintah tercatat mencapai 452 milyar rupiah.

 

Bank dan Koperasi

Kontribusi bank dalam pembangunan sangat signifikan untuk menggerakkan roda perekonomian. Bank sebagai lembaga finansial akan menarik dunia bisnis sebagai mitra untuk meningkatkan investasinya sehingga saling memperoleh keuntungan. Di lain pihak, secara makro akan meningkatkan Nilai Tambah Bruto (Gross Value Added).

 

Aktiva bank di Seram Bagian Barat tahun 2010 turun 16,11 persen dibanding tahun 2009. Sementara jumlah Giro bank umum tahun 2010 sebesar 187 juta rupiah atau naik sebesar 17,66 persen dibanding tahun 2009.

 

Sumber: Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Seram Bagian Barat

 

Koperasi merupakan sokoguru perekonomian nasional baru sebatas di atas kertas, karena sejak Indonesia merdeka ternyata kehidupan koperasi masih terlunta-lunta. Jumlah koperasi di Seram Bagian Barat pada tahun 2009 tercatat 126 buah, sedangkan di tahun 2010 jumlahnya meningkat sebanyak 129 buah.

 

Additional information